×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Akreditasi Lembaga Dan Program Studi Jurusan Penerangan, Jurusan Filsafat, Dan Jurusan Hukum STAHN-TP Palangka Raya

Palangka Raya, 14 April 2011, Sejak tanggal 8 April sampai dengan 12 April Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (STAHN-TP) Palangka Raya, melaksanakan kegiatan akreditasi pada Lembaga STAHN-TP untuk tiga Program Studi (Prodi) yaitu;

  1. Jurusan Penerangan Agama Hindu,
  2. Jurusan Filsafat Agama Hindu, dan
  3. Jurusan Hukum Agama Hindu.

Tim asesor yang melaksankan visitasi ke STAHN-TP Palangka Raya berasal dari asesor BAN-PT, yaitu; (1) Bapak I Ketut Widnya, Ph.D., M.Phil., MA., Drs. (II) I Made Sutresna, S.Ag., MA dan (III) Dr. Ida Ayu Gde Yaduyawati, M.Pd.

 BAN-PT merupakan lembaga non-struktural di bawah Menteri Pendidikan Nasional, yang ditetapkan melalui Keputusan Mendiknas nomor 187/U/1998, dan nomor 118/U/2003, dengan keanggotaan yang diangkat berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 119/P/2003 dan terakhir digantikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan juga Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.6 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Pembentukan BAN-PT pada hakekatnya melambangkan niat dan kepedulian pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan perguruan tinggi, melayani kepentingan masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Akreditasi institusi perguruan tinggi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (STAHN-TP) palangka Raya, adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan/atau pakar yang memahami hakekat pengelolaan perguruan tinggi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat. Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh institusi perguruan tinggi yang diakreditasi, diverifikasi melalui kunjungan atau asesmen lapang tim asesor ke lokasi perguruan tinggi.

BANPT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah Memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang ter-akreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BANPT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi, dan Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain. Mutu institusi perguruan tinggi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan keluaran atau layanan institusi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan oleh BANPT.

Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas public, dan Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka.

Perguruan tinggi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (STAHN-TP) Palangka Raya, adalah institusi yang didedikasikan untuk:

  1. Menguasai, memanfaatkan, mendiseminasikan, mentransformasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks)
  2. Mempelajari, mengklarifikasikan dan melestarikan budaya
  3. Meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Oleh karena itu perguruan tinggi sebagai lembaga melaksanakan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi,  yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengelola Ipteks.

Untuk menopang dedikasi dan fungsi tersebut, perguruan  tinggi harus mampu mengatur diri sendiri dalam upaya meningkatkan dan menjamin mutu secara terus menerus, baik masukan, proses maupun keluaran berbagai program dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, perguruan tinggi harus secara aktif membangun sistem penjaminan mutu internal. Untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal telah dilaksanakan dengan baik dan benar, perguruan tinggi harus diakreditasi oleh lembaga penjaminan mutu eksternal. Dengan sistim penjaminan mutu yang baik dan benar, perguruan tinggi akan mampu meningkatkan mutu, menegakkan otonomi, dan mengembangkan diri sebagai institusi akademik dan kekuatan moral masyarakat secara berkelanjutan.

Berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku dan berbagai pertimbangan tersebut di atas, BANPT melakukan akreditasi bagi semua institusi perguruan tinggi di Indonesia. Akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Komitmen tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah standar akreditasi.

Standar akreditasi adalah tolok ukur yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indicator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar, yaitu:

  1. Penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan perguruan tinggi, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi
  2. Evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan perguruan tinggi,
  3. Penetapan kelayakan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program - programnya
  4. Perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu perguruan tinggi.

Standar akreditasi perguruan tinggi yang harus dipenuhi oleh STAHN-TP Palangka Raya mencakup dua komitmen inti, yaitu komintmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang mencakup 15 standar akreditasi, yaitu:

  1. Kepemimpinan
  2. Kemahasiswaan
  3. Sumber daya manusia
  4. Kurikulum
  5. Prasarana dan Sarana
  6. Pendanaan
  7. Tata pamong (governance)
  8. Sistem pengelolaan
  9. Sistem pembelajaran
  10. Suasana akademik
  11. Sistem informasi
  12. Sistem jaminan mutu internal
  13. Lulusan
  14. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  15. Program studi.