×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

SEMINAR REGIONAL JURUSAN DHARMA SASTRA

SR_DS_2015Tempat di Aula Gedung serbaguna STAHN-TP Palangkaraya tanggal 25 September 2015 dilaksanakanlah Sminar Regional Jurusan Dharma Sastra. Adapun tema dalam Sminar ini adalah “menggali Nilai-nilai adat yang relevan sebagai sumber hukum Hindu”. sminar dihadiri oleh 84 peserta dari berbagai organisasi keagamaan termasuk perwakilan Mahasiswa dan Dosen dari tujuh prody yang ada di STAHN-TP Palangkaraya.

 

Adapun narasumber dalam sminar regional ini adalah Prof.Dr I Made Weni SH.,MS, beliau adalah Dosen Pascasarjana Unmer Malang. Karena pesawat tidak bisa mendarat di bandara cilik riwut akhirnya beliau batal sebagai nara sumber. Walaupun batal namun karena materinya sudah dikirim dan sudah digandakan oleh panitia dan dibagikan peserta masing-masing. Disarankan oleh panitia, itu dipelajari, telahah dan dibahas nanti bersama-sama, bersamaan dengan bahasan pamateri kedua Dewin Marang SH, toh juga materinya berkaitann dengan adat

Sususan acara dalam Sminar ini adalah: pertama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipimpin oleh Mahasiswa, kedua Laporan Ketua Panitia Dra Ni Made Ratini, M.Si, Dalam laporannya Ketua Panitia mengatakan pertama, permohonan maafnya karena Pamateri Prof. Dr.I Made Weni SH.,MS, dosen Pascasarjana Unmer Malang tidak bisa mendarat di bandara cilik Riwut dan Beliu kemarin mengkomfirmasi dengan permintaan maaf tidak bisa hadir sebagai narasumber. Untuk itu saya selaku ketua panita juga mohon maaf. Bagian yang lain dalam laporannya ketua Panitia mengatakan, tujuan dilaksanakan Sminar Regional ini adalah mengali nilai-nilai adat yang relevan dijadikan sumber hukum Hindu. Sminar diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan, termasuk perwakilan dari dosen dan mahasiswa dari prody yang ada di STAHN-TP Palangkaraya. Sminar ini berlangsung sampai jam 13.00.

Pada bagian yang lain sambutan Ketua STAHN-TP Palangkaraya, sekaligus membuka secara resmi. Karena Ketua STAHN-TP Palangkaraya Prof. Drs. I Ketut Subagiasta,M.SI.,D.Phil masih dalam perjalanan pulang dari dinas yang sedianya lewat palangkaraya, namun karena asap, akhirnnya lewat Banjarmasin, maka tidak bisa beliau buka, lalu diwakili oleh Mariatie S.Ag.,M.Si. Dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik adanya Sminar ini, namun yang beliau harapkan dalam menggali nilai-nilai hukum adat yang dijadikan sumber hukum hindu haruslah bisa menyesuaikan dengan situasi dan kendisi dilapangan, lebih-lebih diera globalisasi sekarang ini. Janganlah adat sampai menghambat pembangunan.

Tepat jam 09.30 sminar mulai. Diawali dengan presentasi dari pamateri Dewin Marang SH selama 40 Menit, terus dilanyutkan dengan sesi Tanya jawab. Kesempatan pertama oleh moderator diberi kesempatan dari masing-masing perwakilan untuk memberikan saran, pertanyaan ataupun kementar yang berkaitan dengan materi yang sudah dibagikan masing-masing peserta.
Karena ini adalah Sembilan perwakilan, maka dibagi menjadi tiga sesi, dan untuk kesempatan pertama diberi tiga penanya, dan seterusnya. Pertanyaan-pertanyaan inilah dijawab oleh narasumber satu persatu, akhirnya memperoleh kesimpulan bahwa nila-nilat adat yang bisa dijadikan sumber hukum hindu yang bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dilapangan ( Kanit TI dan PDPT STAHN-TP: Dr.Drs.I Made Suyasa, MAP.,M.Si)