×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

PEMAHAMAN MAKNA NYEPI PADA ERA GLOBALISASI Seminar Akademik Jurusan Hukum Agama Hindu STAHN-TP

Palangka Raya, Jum’at 06 Juni 2014, Jurusan Hukum agama Hindu STAHN-TP pada hari jum’at pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB melaksanakan seminar akademik dengan tema Pemahaman Makna Nyepi pada Era Globalisasi. Tempat seminar dilaksanakan di aula serbaguna STAHN-TP, hadir dalam seminar segenap pejabat STAHN-TP. Sedangkan peserta seminar akademik ini berjumlah oleh 100 peserta dari berbagai jurusan dan utusan dosen dari empat jurusan yang terdapat di STAHN-TP.

 

Pembukaan seminar diawali oleh laporan Ketua Panitia, I Wayan Dana, M.Si. Dalam laporannya, Dana sapaan akrabnya menyatakan “seminar akademik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan para mahasiswa dan sekaligus ajang dialog dalam mengembangkan hal-hal baru terkait pemaknaan hari raya Nyepi di Indonesia, baik berdasarkan sejarahnya, maupun maknanya sesuai dengan konteks kekikinian”. Artinya dalam dinamika pertumbuhan kesadaran beragama umat Hindu di Kalimantan Tengah sudah pasti memunculkan reinterpretasi baru terhadap makna Nyepi”.

Sementara dalam sambutan seminar yang disampaikan oleh Wakil Ketua I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. Sebelum menyampaikan sambutanya, Dr. Pranata memohon maaf atas ketidakhadiran Ketua STAHN-TP disebabkan oleh adanya tugas penting yang tidak dapat ditinggalkan oleh beliau. Melalui seminar ini Dr. Pranata mengharapkan “adanya informasi dan gagasan baru dari narasumber. Sehingga informasi dan gagasan itu kemudian dapat kita satukan dalam membangun persepsi sesuai dengan tema yang telah kita bangun. Dr. Lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengharapkan kepada para peserta yang hadir, terutama dari mahasiswa untuk dapat bertanya tentang hal-hal yang tidak atau kurang dipahami mengenai perayaan hari Nyepi terutama dalam era yang acap disebut dengan Globalisasi”.

Seminar akademik dengan tema Pemahaman Makna Nyepi pada Era Globalisasi beranjak dari upaya memahami makna perayaan Nyepi sesuai dengan perkembangan jaman. Spirit apakah yang dapat dimaknai dalam perayaan Nyepi dari jaman ke jaman, utamanya pada era global. Setidaknya itulah yang ingin dipahami dan dimaknai melalui seminar itu.
Sebagai pemateri atau narasumber dalam seminar adalah Riwun, S.Ag.,M.Si dan Agung Adi, M.Si. Agung Adi, S.Ag.,M.Si memaparkan materi mengenai Nyepi: sebuah refleksi dalam membangun solidaritas menuju sāntī. mengapa solidaritas? Dalam paparanya, ia menjelaskan Umat Hindu di Indonesia terdiri dari berbagai suku dan tradisi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut secara alamiah akan melahirkan ekspresi budaya dan keagamaan yang bervariasi. Oleh karena itu, agar tidak memunculkan disharmoni intern umat Hindu, cukup urgen untuk menata dan membangun solidaritas umat Hindu menuju satu tujuan; Sāntī.

Sāntī, kata ini setiap saat kita ucapkan dalam mengakhiri sebuah acara, baik diskusi, kuliah, musyawarah bahkan acara-acara besar yang berkaitan dengan agama Hindu. Artinya Sāntī adalah sebuah kondisi atau keadaan yang menjadi tujuan umat Hindu untuk menggambarkan suasana atau keadaan yang kerkelimpahan kedamaian. Maknanya kemudian sebesar dan sesemarak apapun pelaksanaan Nyepi tujuan akhirnya adalah mengimplementasikan atau mewujudkan kata Sāntī itu sendiri. (Tim Pengelola Web. STAHN-TP).