×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Menyongsong Pendidikan Profesi Guru Upaya peningkatan profesionalitas guru Agama Hindu

Palangka Raya, Kamis 5 Juni 2014
Jurusan Pendidikan Agama Hindu STAHN-TP Palangka Raya menyelenggarakan seminar Regional yang bertajuk “Menyongsong Pendidikan profesi guru menuju guru profesional”. Sedangkan subtema seminar “Melalui seminar pendidikan profesi guru kita tingkatkan profesionalitas guru Agama Hindu.

Seminar regional bertempat di Ballroom Hotel Aquarius Palngka Raya ini dihadiri oleh para guru agama Hindu dan para dosen serta mahasiswa STAHN TP Palangka Raya. Menurut Ketua panitia seminar, kegiatan ini sebagai salah satu upaya penting dalam membangun ide-ide segar melalui para pembicara yang telah memiliki pengalaman. Seminar ini pula diharapkan dapat menjadi salah satu motivasi dalam meningkatkan kemampuan para calon dan guru agama Hindu dalam meningkatkan profesionalitasnya.

 

Acara dibuka secara langsung oleh Ketua STAHN-TP, Prof. Drs. I Ketut Subagista, D.Phill. Dalam sambutannya ketua STAHN-TP mengemukakan “seminar ini mengandung makna intelektualitas dan merupakan satu hal penting sebagai momentum untuk berdialog dan berdiskusi (tarka) tentang landasan profesi guru agama Hindu”. Beliau menambahkan “agar seminar ini dapat atau mampu mempertajam dan memperluas cakrawala gagasan tentang guru yang profesioal”.

Seminar regional menghadirkan dua guru besar yaitu, Prof. Drs. Dewa Komang Tantra, M.Sc.,Ph.D, dari Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-Bali. materi yang ditekankan oleh Prof. Tantra tentang landasan pengembangan profesi guru. Pembicara ke dua Prof. Dr. Bambang T.K. Garang, M.Pd, dari Universitas Negeri Palangka Raya Kalimantan Tengah. 
Dalam paparannya Prof. Drs. Dewa Komang Tantra menjelaskan bahwa masalah guru bukanlah masalah sederhana yang dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat. Pengembangan guru sebagai profesi yang berkualitas dan bermartabat melibatkan berbagai parameter yang beroperasi secara kompleks. Menurut Prof. Tantra, setidaknya terdapat delapan parameter yang saling berkait satu sama lainnya, yaitu sistem rekrutmen dan seleksi, pendidikan, pengangkatan, penempatan, pelatihan, pengembangan karir, perpindahan dan penghargaan terhadap profesi guru. Kedelapan parameter tersebut mengandung berbagai variabel inti yang harus dikendalikan secara sistemik oleh pihak-pihak terkait (stakeholders).

Sementara Prof. Dr. Bambang T.K. Garang, M.Pd memberikan pemaparan materi tentang peranan LPTK dalam penyelenggaraan pendidikan profesi guru. Menurut guru besar Fakulas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpar ini tugas dan peran LPTK dalam pendidikan guru adalah; (1) pendidikan profesi guru merupakan sutu keutuhan proses yang mencakup pendidikan akademik dan pendidikan profesi, yang fokusnya padapeningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar; (2) melalui tiga cara: a) Transfer pengalaman mengajar dalam setting otentik; b) pemaduan teori dan praktek belajar cara mengajar; c) berlangsung secara kolaboratif di dalam komunitas profesional. (3) penyiapan guru profesional memerlukan Pengalaman Lapangan Pendidikan Profesi Guru (PLPPG). (Pengelola Web STAHN-TP)