×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Umat Hindu Kaharingan Pujon Memperingati Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1936

Dharma Santi Nyepi 1936 Pujon

Pujon (27/04/2014) Minggu siang, Umat Hindu Kaharingan Kecamatan Kapuas Tengah (Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah) memperingati Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1936 tahun 2014. Kegiatan Dharma Santi Nyepi tersebut dilaksanakan pada hari Minggu bertempat di Balai Basarah umat Kaharingan Pujon Kecamatan Kapuas Tengah. Kegiatan Dharma Santi Nyepi ini dihadiri oleh guru-guru agama Hindu, siswa siswi SMA 1 Pujon dan seluruh umat Hindu Kaharingan Pujon. Selain itu dihadiri pula oleh Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Pujon (Judi.E), tokoh umat Hindu Palangkaraya (Budi Purnomo,SH,M.Si) yang juga dosen STAHN-TP Palangkaraya, kemudian para undangan lainnya.

Judi.E - Ketua Majelis Resort Hindu Kaharingan Dalam sambutannya ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan (Judi.E) mengatakan bahwa peringatan Dharma Santi Nyepi ini adalah wujud rasa keagamaan dan kerohanian umat Hindu Kaharingan yang wajib dilaksanakan. Pelaksanaan Dharma Santi Nyepi dimaksudkan pula sebagai pembinaan dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak, generasi muda dan umat Hindu Kaharingan, dengan demikian mereka merasa memiliki kebanggaan sebagaimana umat beragama lainnya, ungkap Judi. Pada kesempatan yang sama Judi.E, juga memberikan apresiasi terhadap panitia penyelenggara kegiatan dharma Santi ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Budi Purnomo,SH,M.Si beserta rombongan yang datang dari Palangkaraya secara khusus diundang panitia sebagai (penceramag agama) pendarma wacana dalam rangkaian kegiatan dimaksud.

Tari Manasai BersamaPerayaan Dharma Shanti Nyepi umat Hindu Kaharingan Pujon Kabupaten Kapuas ini benar-benar meriah, dari halaman Balai Basarah tampak berjejer umbul-umbul, kemudian di dalam Balai dihiasi dengan berbagai hiasan dan spanduk yang bertuliskan tema kegiatan. Adapun thema kegiatan Dharma Santi Nyepi kali ini yaitu “Dengan Melaksanakan Ajaran Susila (Etika) Kita Tingkatkan Moralitas Hidup Guna Terwujudnya Prilaku Yang Berkualitas” Tampak suasana menjadi lebih meriah ketika ditampilkannya tari-tarian dan lagu-lagu keagamaan yang dibawakan oleh siswa-siswi SMAN-1 Pujon. Terdengar suara gitar, kecapi dan gendang (musik tradisional) mengiringi tarian dan lagu keagamaan yang dipentaskan dalam acara perayaan Dharma Santi Nyepi kali ini, membuat suasana Dharma Shanti Nyepi menjadi meriah dan sangat mengesankan.

Budi Purnomo,SH,M.SiSelain penampilan tari-tarian juga di isi dengan dharmawacana oleh Budi Purnomo,SH,M.Si dari dosen STAHN-TP Palangkaraya. Dalam pesan Dharma Shanti Nyepi kali ini, Budi Purnomo mengajak umat untuk memaknai Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1936 kali ini untuk mewujudkan ajaran susila dan moralitas, dengan demikian maka kita dapat terwujudnya prilaku yang berkualitas. Dalam ceramahnya, Budi lebih banyak menyoroti tentang perubahan dan perkembangan moderenisasi. Salah satu permasalahan sekaligus tantangan di abad 21 ini ialah kuatnya pengaruh globalisasi dan teknologi. Dimana generasi muda (mahasiswa) dituntut harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi seperti (internet, komputer, HP dan lain-lain) kita dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Terkait hal itu, melalui hikmah Nyepi ini, Budi Purnomo mengingatkan agar generasi muda Hindu jangan sampai kita dikuasai oleh media teknologi itu, karena itu perlu ada suatu pilter dalam menghadapi kebebasan media elektronik dan teknologi yang demikian canggih desawa ini. Untuk itu menurut Budi Purnomo, kita perlu memperkuat ajaran susila (etika) memalui kegiatan keagamaan dan salah satunya adalah dengan hikmah Nyepi yakni amati geni, amati karya, dan amati lelanguan. Yang intinya adalah pengendalian diri melalui (konsep Tri Kaya Parisuda) serta menghindari diri dari hal-hal yang negatif dan ketamakan. Dalam hidup yang singkat ini, sebaiknya kita gunakan jalan dharma dengan baik. Ucap Budi Purnomo.

Umat Hindu Kaharingan Pujon Memperingati Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1936

Mengakhiri ceramahnya Budi Purnomo, mengaucapkan terimakasih kepada pihak panitia yang telah mengundangnya sebagai pendarma wacana (penceramah agama) untuk itu beliu menyambut baik kegiatan yang bersifat religius keagamaan ini. Dengan pelaksanaan Dharma Santi Nyepi, maka umat Hindu Kaharingan tidak perlu merasa ragu-ragu lagi mengakui agama Hindu Kaharingan sebagai identitas jati dirinya. Oleh sebab itu kata Budi Purnomo kita harus bersatu padu dan menjaga kerukunan interen keagamaan kita, dengan demikian kita tidak mudah dipecah belah, tandas Budi Purnomo.(Arma/Roni;30/04/2014).