×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

STAHN-TP Palangkaraya Rayakan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1936

dharma shanti 2014Palangkaraya (17/04/2014) Kamis siang, STAHN Tampung Penyang Palangka Raya melaksanakan perayaan Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1936 bertempat di Aula Kampus STAHN-TP Palangkaraya Jalan G.Obos X Palangkaraya. Kegiatan Dharma Shanti kali ini mengusung thema “Dengan Melaksanakan Dharma Negara Kita Wujudkan Harmoni Nusantara” dan sub thema “Melalui Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1936 Kita Sukseskan Pembangunan Nasional. Kegiatan Dharma Santi Nyepi ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika (dosen, pegawai, mahasiswa) STAHN-TP Palangkaraya. Selain itu dihadiri pula oleh Pembimas Hindu Kemenag Provinsi Kalteng (Dra.Sisto Hartati,M.si), Sekretaris MB-AHK (Dr.Pranata,S.Pd.,M.Si), Ketua PHDI Kota Palangkaraya (Drs.I Dewa Rai Astawa) dan para undangan lainnya. Kegiatan Dharma Shanti Nyepi ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAHN Palangkaraya Prof.Drs.I Ketut Subagiasta,M.Si,D.Phil.

Tampak suasana meriah perayaan Dharma Shanti Nyepi kali ini, dari depan gedung tempak berjejer hiasan penjor, kemudian di dalam gedung terhias taman yang indah dan hiasan kembar manyang. Acara itu diawli dengan pembacaan kitab suci oleh Wayan Aste dan Dodi (mahasiswa pendidikan). Terdengar suara lantunan kidung suci (sloka) yang di bacakan secara apik oleh kedua orang siswa tersebut, sehingga suasana menjadi benar-benar terasa sangat religius. Selanjutnya,suasana menjadi meriah ketika ditampilkannya tarian “Puspaweresti” yang ditarikan oleh Kade Dwi Agustina, Putu Trisna Santi Dewi dan Anggi. Suasana semakin meriah dengan tampilan tarian ”menggetem” yang dibawakan oleh para mahasiswa dari sanggar STAHN-TP Palangkaraya. Terdengar suara musik tradisional (gendang, kenong, gong, suling dan kecapi) mengiringi tarian khas kalimantan tengah ini, membuat suasana Dharma Shanti Nyepi menjadi meriah dan sangat mengesankan.

Selain penampilan tari-tarian juga di isi dengan dharmawacana oleh Budi Purnomo,SH,M.Si dosen Jurusan Penerangan Agama Hindu STAHN-TP Palangkaraya. Dalam pesan Dharma Shanti Nyepi kali ini, Budi Purnomo mengajak umat untuk memaknai Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1936 kali ini untuk mewujudkan harmoni nusantara, dengan demikian maka kita dapat mensukseskan pembangunan nasional. Dalam ceramahnya, Budi lebih banyak menyoroti tentang perubahan dan perkembangan moderenisasi. Salah satu permasalahan sekaligus tantangan di abad 21 ini ialah kuatnya pengaruh globalisasi dan teknologi. Dimana generasi muda (mahasiswa) dituntut harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi seperti (internet, komputer, HP dan lain-lain) kita dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Terkait hal itu, melalui hikmah Nyepi ini kita merealisasi ilmu-ilmu yang telah kita terima untuk kedamaian umat manusia. Namun suatu hal yang harus diingat jangan sampai kita dikuasai oleh media teknologi itu, karena itu perlu ada suatu pilter dalam menghadapi kebebasan media elektronok dan teknologi yang demikian canggih desawa ini. Untuk itu menurut Budi Purnomo, kita perlu memperkuat sradha dan bakti (iman dan takwa) memalui kegiatan keagamaan dan salah satunya adalah dengan hikmah Nyepi yakni amati geni, amati karya, dan amati lelanguan. Yang intinya adalah pengendalian diri, dan menghindari diri ketamakan. Dalam hidup yang singkat ini, sebaiknya kita gunakan jalan dharma dengan baik. Ucap Budi Purnomi.

Selanjutnya, Wayan Wirawan (selaku ketua panitia) dalam laporannya, bahwa pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi yang dilaksanakan pada hari Kamis 17 April 2014 merupakan perayaan Dharma Shanti Kampus STAHN-TP Palangkaraya secara umum. Ketua panitia (Wayan Wirawan) yang juga sebagai mahasiswa semester IV menyatakan penyelengaraan ini berkat dukungan dari para dosen, pegawai, dan mahasiswa. Dharma Shanti Nyepi adalah sebagai wujud pelaksanaan dharma. Bertujuan untuk meningkatkan sradha dan bhakti terhadap Ranying Hatala Langit/Tuhan Yang Maha Kuasa di kalangan civitas akademika. Dengan demikian dapat menciptakan suasana damai (santi) dikalangan para mahasiswa, dosen dan pegawai, ucap Wayan.

Ketua STAHN-TP Palangkaraya (Prof.Drs.I Ketut Subagiasta,M.Si,D.Phil) dalam sambutannya, mengatakan Dharma Shanti Nyepi ini adalah mampunyai makna “simakrama” artinya saling mendekatkan diri untuk melakukan silaturahmi dan saling memaafkan. Terkait pelaksanaan ini beliau menyambut baik dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Ketua Panitia Penyelenggara, Presiden Bem, Dewan Perwakilan Mahasiswa yang telah berhasil melaksanakan kegitan Dhrama Shanti Nyepi ini. Kedepan tradisi Dharma Shanti seperti ini tetap terus kita pertahankan, ucap Ketut Subagiasta. Pada kesempatan yang sama, Ketut Subagiasta sangat mengapresiasi penampilan tari-tarian yang dibawakan oleh para mahasiswa STAHN-TP Palangkaraya pada acara pembukaan perayaan Dharma Shanti Nyepi tahun 2014 kali ini. Hal itu menunjukan bahwa mahasiswa telah mampu menunjukan kreatifitasnya. Dimana mahasiswa sudah mampu tampil berpartisipasi secara langsung dibidang kegiatan yang bersifat religius keagamaan. Hal ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadikan dirinya sebagai insan yang berahlak mulia. Untuk itu kedepannya perlu terus ditingkatkan itensitasnya sehingga mahasiswa mampu menunjukan jati dirinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat,tandas Subagiasta. (Arma/Roni;20/04/2014).