×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

Ketua Ombudsman Kalteng Berikan Kuliah Umum Di STAHN-TP Palangkaraya

ombusmanPalangkaraya,(17/04/2014), Kamis pagi bertempat di Aula kampus STAHN-TP Palangkaraya Jalan G.Obos X Palangkaraya, ketua Ombudsman Kalteng (Norkolis Majid,SH,MH)memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa. Kuliah umum ini berthema “Ombudsman RI dan Pelayanan Publik, Kerjasama Ombudsman RI Perwakilan Kalteng dan Jurusan Hukum Agama Hindu STAHN-TP Palangkaraya Tahun 2014” sebagai upaya sosialisasi pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara negara di kalangan mahasiswa STAHN-TP Palangkaraya.

Acara kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Ketua STAHN Palangkaraya Prof.Drs.I Ketut Subagiasta,M.Si,D.Phil,yang ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Prof.Drs.I Ketut Subagiasta,M.Si,D.Phil, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Lembaga Ombudsman RI Perwakilan Kalteng yang telah memberikan perhatian khusus kepada lembaga Perguruan Tinggi Hindu (STAHN-TP) Palangkaraya. Beliau juga sangat mendukung program Badan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan pelayanan publik yang baik. Pada kesempatan yang sama, dia berpesan agar nantinya para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Mengingat Badan Ombudsmen merupakan suatu lembaga kontrol yang berkaitan dengan perlindungan hukum terkait dengan pelayanan publik. Ucap Subagiasta.

Sedangkan Ketua Ombudsman Kalteng, Norkolis Majid,SH,MH dalam paparannya menyatakan bahwa Lembaga Ombudsmen adalah Lembaga Negara yang dibentuk pada zaman pemerintahan KH.Abdurrahman Wahid(Gusdur) pada tahun 2000 yang terdapat diseluruh provinsi di Indonesia. Dikatakannya, Lembaga Ombudsmen mempunyai kewenangan dalam menerima dan menangani setiap laporan masyarakat yang berhubungan dengan kebijakan dan pelayanan publik baik yang dilakukan oleh aparatur negara atau badan swasta. Tugas Badan Ombudsmen Kalteng adalah memberikan mediasi bagi kepentingan para pihak, serta melakukan kordinasi dengan pihak-pihak yang terkait, dengan berdasarkan kepada UU No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Dalam paparannya, Norkolis Majid lebih banyak menguraikan kondisi bangsa Indonesia pasca pemilihan umum. Menurut Norkolis dari hasil penelitian tentang pelayanan publik dari 183 negara di dunia, bahwa Indonesia menduduki peringkat 129 terendah dalam bidang pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur negara. Karena yang terjadi saat ini pelayanan publik sangat erat kaitannya dengan kekuasaan, sebab semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin besar pula kekuasaannya untuk dilayani. Padahal yang semestinya adalah semakin tinggi jabatan seseorang itu maka semakin luas tanggung jawabnya untuk melayani. Padahal menurut Norkolis, Pelayanan Publik untuk saat ini adalah mutlak sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia yang patut dihargai dan dihormati.

Nampak antusiasme mahasiswa mengikuti acara kuliah umum yang disampaikan oleh Ketua Ombudsmen Kalteng ini, berbagai tanggapan dan pertanyaan mahasiswa yang menunjukan ketertarikan mahasiswa terhadap keberadaan lembaga ini. Mahasiswa sangat berharap lembaga Ombudsmen dapat memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi dimasyarakat, misalnya seorang pegawai negeri yang sering mempersulit pelayanan publik dan sering melakukan pungli. Seorang guru (pendidik) yang sering tidak masuk mengajar dan sibuk dengan urusan pribadi ketimbang mengajar. Selanjutnya tenaga medis yang menolak pasien miskin, kemudian adanya perbedaan pelayanan antara yang menggunakan askes dengan mereka yang mampu membayar mahal. Menanggapi hal ini, Norkolis mengajak kerjasama dengan para mahasiswa untuk melakukan pembaharuan, sebab menurut Norkolis bahwa mahasiswa adalah sebagai agen perubahan. Dalam hal ini Lembaga Ombodsmen Kalteng siap bersinergi, untuk itu lembaga nya siap menerima mahasiswa magang, PKL, KKN atau bentuk penelitian akhir. Papar ketua Ombodsmen itu.(Arma/Roni;20/04/2014).