×

Error

The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

STAHN-TP Palangka Raya Laksanakan Pengabdian Pada Masyarakat Di Sampit Kotawaringin Timur

Pengabdian STAHN-TP 2014

Palangkaraya(2/4/2014), STAHN adalah perguruan tinggi Agama Hindu memiliki tugas “Tridharma Perguruan Tinggi” yaitu melaksanakan tugas pendidikan/pengajaran; melaksanakan tugas penelitian/riset; dan melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat. Pengabdian pada masyarakat yang dibebankan kepada para dosen merupakan tugas Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan untuk setiap tahun. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur selama 5 hari sejak tanggal 24 s/d 28 Maret 2014, dipusatkan pada dua tempat yakni di Balai Basarah pusat kota Sampit dan di Balai Basarah Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Hulu Kotawaringin Timur yang telah ditetapkan oleh Bapak Dewin Marang selaku Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur. Pilihan tempat ini menurut Dewin Marang sebagai wujud pembinaan umat, mengingat tempat ini jarang mendapat pembinaan.

I Made KastamaSedangkan menurut Dr.I Made Kastama,SH,MH selaku ketua tim pengabdian, pelaksanakan pengabdian pada masyarakat ini adalah sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan para dosen yang disampaikan pada masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat umat Hindu Kaharingan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan diri antara Perguruan Tinggi STAHN-TP Palangkaraya dengan masyarakat umat Hindu Kaharingan, terutama yang berada di Kotawaringin Timur. Menurut Made, kegiatan pengabdian pada masyarakat juga di isi dengan kegaiatan, seperti persembahyangan Basarah bersama; ceramah dan seminar hukum adat; dialog dan tanya jawab; bakti sosial dan olahraga bersama. Adapun tim pengabdian dosen Jurusan Hukum STAHN-TP Palangkaraya dimaksud terdiri dari : 1).Dr.I Made Kastama,SH,MH (Ketua Tim); 2).Armadiansyah,S.Ag,SH,MH (Anggota); 3).I Wayan Dana,S.Pd,M.Si (Anggota); 4).Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag,M.Si (Anggota). Ditambah dua orang mahasiswa jurusan hukum agama Hindu; 1).Untung (semester VI); 2).Ria Ancoi (semester II).

ArmadiansyahKegiatan pengabdian pada masyarakat kali ini mengusung tema: “Pengauatan Hukum Tradisional Sebagai Upaya Mengkristalisasi Tradisi Masyarakat Lokal” tampak antusias warga umat Hindu Kaharingan mengikuti acara ceramah dan seminar hukum adat yang disampaikan oleh Armadiansyah,S.Ag,SH,MH dosen hukum adat STAHN-TP Palangkaraya, dalam paparannya dia lebih banyak mengulas tentang pergeseran nilai-nilai hukum adat ”filosofi Belom Bahadat”akibat pengaruh globalisasi dan moderenisasi. Bahkan saat ini orang Dayak (termasuk umat Hindu kaharingan) sudah hampir kehilangan identitas jati dirinya akibat pengaruh budaya global (moderen) yang berdampak semakin menipisnya budaya malu, rasa kejujuran, keadilan, dan kesetiakawanan terhadap sesama. Oleh sebab itu, Armadiansyah menghimbau bagi orang Dayak (termasuk umat Hindu Kaharingan) agar selalu selektif terhadap nilai-nilai (faham) yang masuk dari luar dan harus berani menolak setiap budaya asing (budaya barat) bertentangan dengan sistem nilai atau norma yang dianut oleh masyarakat hukum adat setempat. Untuk itu perlu dilakukan penanaman kembali nilai-nilai luhur hukum adat dilakukan sejak usia dini kepada anak-anak generasi muda Dayak, dengan demikian menjadikan orang Dayak tidak akan kehilangan jati dirinya mengahadapi derasnya arus globalisasi dan perkembangan jaman dewasa ini, tutur Armadiansyah.

Selanjutnya, kegiatan pengabdian pada masyarakat juga dimaksudkan untuk menerima masukan dan saran dari berbagai pihak, terutama masyarakat umat Hindu Kaharingan yang berada di daerah-daerah. Dari acara dialog dan tanya dengan masyarakat umat Hindu Kaharingan di Kabupaten Kota Waringin Timur ini terungkap bahwa : 1) masih banyak alumni (S1) jurusan Hukum Agama Hindu yang sulit mendapatkan pekerjaan untuk diterima menjadi PNS, sehingga perlu ada suatu evaluasi terhadap sasaran utama (fokus) dari pada Jurusan Hukum Agama Hindu agar tidak menciptakan pengangguran baru. 2)terkait peluang kerja bagi alumni (lulusan Jurusan Hukum Agama Hindu) sebaiknya pihak lembaga STAHN-TP yang proaktif menghubungi para alumni didaerah-daerah sebagai upaya memberikan informasi. 3)adanya tuntutan masyarakat umat Hindu Kaharingan agar pada setiap Peradilan Agama terdapat juga usuran Peradilan Hindu yang diisi oleh Sarjana Hukum Agama Hindu dari STAHN-TP Palangkaraya. 4)masih banyak orang beranggapan agama Hindu Kaharingan sebagai budaya ketimbang sebagai agama, akibatnya banyak tradisi agama Kaharingan, lagu-lagu rohani keagamaan Kaharingan, upacara ritual keagamaan Kaharingan banyak disalah gunakan oleh pihak lain karena dianggap sebagai adat. Hal inilah yang menjadi masukan bagi lembaga dan yang paling berwenang dalam hal ini adalah lembaga STAHN-TP Palangkaraya dan Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan.(Arma; 2/4/2014).